GEEKY – Selama ini masih banyak orang yang memandang sebelah mata dari kegiatan bertani atau bercocok tanam. Anggapan tersebut berasal dari opini bahwa profesi sebagai petani seringkali tidak menjanjikan.

Jangan heran deh, apabila kemudian banyak generasi muda yang memandang sebelah mata terhadap profesi sebagai petani dan lebih memilih fokus pada profesi lainnya. Padahal nyatanya anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar lho.

Karena nyatanya sudah banyak petani yang berhasil mendatangkan jumlah pendapatan yang tinggi. Bukti terbaru-baru ini adalah petani desa Kepel, Jawa Timur yang berhasil menajdi seorang miliarder. Pertanyaan yang kemudian muncul di benak kamu pasti adalah, apa yang ditanam oleh petani ini hingga menjadi seorang miliarder?

Nyatanya yang ditanam oleh petani adalah tanaman porang yang kemudian diekspor ke luar negeri. Sayangnya, bagi banyak orang masih terdengar asing dengan tanaman porang. Apakah kamu juga jangan-jangan termasuk ke golongan yang sama sekali tidak tahu tentang tanaman Porang ini? Jika iya, maka kamu tergolong rugi karena mengingat tanaman Porang ini memiliki potensi yang sangat luar biasa lho.

Apabila kamu bisa memaksimalkan potensi dari tanaman Porang ini maka akan banyak sekali keuntungan yang didapatkan. Namun untuk bisa memaksimalkan potensi dari tanaman ini tentunya kamu harus lebih mengenal seluk beluk dari tanaman ini terlebih dulu. Tenang saja, berikut ini akan diberikan penjelasan lebih lengkapnya.

Tanaman Porang

Ketika ingin mengenal seluk beluk dari tanaman ini maka hal pertama yang mesti diketahui terlebih dulu adalah, apa sebenarnya tanaman Porang ini? Apalagi mengingat masih asingnya tanaman di telinga sebagian orang.

Sebenarnya tanaman Porang ini sendiri masih termasuk ke dalam jenis tanaman umbi-umbian lho. Jadi bukan jenis tanaman antah berantah yang tidak dikenal sebelumnya. Lebih detailnya lagi, tanaman Porang ini merupakan jenis umbian-umbian dari spesies Amorphapalus Muelleri yang cukup terkenal.

Seperti yang diketahui bahwa ada keuntungan tersendiri dari membudidayakan tanaman jenis umbi-umbian. Salah satu keuntungan paling utamanya adalah proses penanamannya yang tidak terlalu merepotkan dan tidak terlalu manja.

Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa banyak petani yang mengeluhkan jenis tanaman yang sulit ditanam hingga sulit dibudidayakan. Untungnya, hal tersebut tidak akan dirasakan ketika kamu mencoba menanam hingga membudidaya tanaman Porang ini.

Kenapa begitu? Sederhana saja karena tanaman Porang ini ternyata bisa ditanam pada tanah jenis apa saja. Jadi nantinya kamu tidak perlu lagi kerepotan dalam memilih jenis tanah untuk menanam tanaman Porang ini. Bahkan ketahanan yang dimiliki oleh tanaman Porang ini membuat jenis tanaman ini tetap memungkinkan untuk bisa tumbuh di lahan hutan dengan jenis tanaman lainnya.

Keunggulan tersebut semakin disempurnakan dengan manfaat yang dimiliki oleh tanaman Porang ini. Memang apa saja manfaat yang dimiliki oleh Tanaman Porang ini? Kamu pasti akan terkejut karena tanaman Porang ini memiliki manfaat yang terbilang sangat melimpah.

Sebut saja seperti menjadi bahan baku tepung yang berkualitas, bahan baku kosmetik, bahan penjernih air hingga bahan pembuatan jelly. Khusus untuk pembuatan jelly maka manfaat inilah yang paling banyak dibicarakan.

Bukan tanpa alasan, karena dalam rentang beberapa tahun terakhir ternyata pihak Jepang sedang getol melakukan ekspor besar-besaran tanaman Porang untuk bahan pembuatan jelly ini. Sesuatu yang pastinya akan sangat menjanjikan apabila dimaksimalkan dengan benar-benar oleh kamu.

Pohon Porang

Dengan segala manfaat yang dimiliki oleh tanaman Porang ini pastinya membuat banyak penasaran tentang porang ini. Termasuk bentuk dari pohon porang itu sendiri.

Untuk bohon porang sendiri bentuknya menyerupai dengan bentuk pohon singkong. Hanya saja, untuk pohon porang memiliki ukuran yang jauh lebih pendek daripada pohon singkong biasa. Selain itu, ciri khas paling kentara dari pohon Porang dibandingkan pohon lainnya adalah warna hijaunya yang menyala terang.

Jadi tentunya kamu tidak akan kesulitan untuk bisa mengenali pohon porang ini. Namun untuk lebih jelasnya lagi, tidak ada salahnya bagi kamu untuk tahu ciri-ciri dari pohon porang seperti berikut ini.

1. Batang Pohon Lunak

Ciri pertama dari pohon porang adalah pohon ini memiliki batang pohon yang tergolong lunak. Lain dengan tanaman umbi-umbian yang seringkali memiliki tekstur batang pohon yang tergolong keras. Untuk diameter batangnya sendiri berada di kisaran angka 5 hingga 50 mm.

2. Daun yang Khas

Ciri tersebut bukan hanya dimiliki pada bagian batang saja tapi juga pada bagian daun pohon Porang yang juga memiliki ciri khas tersendiri. Ciri khas tersebut adalah daun porang ini adalah permukaannya yang bergelombang dan juga warna hijau tua yang terlihat jelas. Selain itu, pada bagian ujungnya ternyata daun ini memiliki bentuk daun yang terlihat runcing.

3. Bagian Luar

Pada bagian luar dari pohon Porang ini juga memiliki ciri khas yang cukup unik. Hal tersebut tidak lepas karena bagian luar dari pohon porang ini memiliki warna kuning kecokelatan. Jadi tentunya karakteristik tersebut sudah lebih dari cukup untuk menjadi pembeda pohon porang dengan jenis pohon yang lain.

Selain itu, keunikan yang paling khas dari tanaman Porang ini adalah proses menanamnya yang tidak terlalu merepotkan. Bayangkan saja, untuk bisa menanamnya maka kamu hanya perlu menanam batang pohon porang yang memiliki titik tumbuh ke dalam tanah. Nantinya, tidak membutuhkan waktu lama maka tunas tersebut akan mulai tumbuh dan membentuk pohon porang seperti yang diinginkan.

Budidaya Porang

Kini, kamu sudah mengetahui tentang pengertian dari tanaman porang dan juga bentuk dari pohon porang. Namun apakah ingin berhenti sampai di situ saja? Tentu jangan, karena apabila kamu berhenti sampai di situ saja maka kamu tidak bisa memaksimalkan potensi dari tanaman Porang ini.

Guna bisa memaksimalkan potensi tanaman Porang ini secara baik maka melakukan budidaya porang adalah jawaban terbaiknya. Sayangnya, belum banyak yang tahu cara melakukan budidaya porang ini. Tentunya melakukan budidaya porang ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan apalagi tanpa ilmu.

Soalnya apabila dipaksakan hanya akan mendatangkan kegagalan secara gemilang. Guna menghindarinya maka ada cara budidaya porang yang bisa diikuti seperti berikut ini.

1. Mempersiapkan Lahan Tanam

Langkah pertama dari melakukan budidaya tanaman porang adalah dengan mempersiapkan lahan tanam terlebih dulu. Kenapa harus begitu? Sederhana saja, karena tanpa adanya lahan yang sesuai maka proses budidaya tanaman porang juga tidak bisa dilakukan.

Untuk membuat lahan taman ini maka persiapkan terlebih dulu lahan yang luas yang tidak dinaungi oleh pohon dan juga sudah dibersihkan dari gulma di sekitarnya. Jangan lupa melakukan proses penggemburan terlebih dulu pada lahan tersebut supaya proses penanaman pohon porang bisa lebih maksimal.

Jika proses penggemburan sudah selesai dilakukan, lanjutkan dengan membuat lubang tanaman yang diisi pupuk kompos guna menaruh bibit dari tanaman porang tersebut.

2. Proses Menanam Dimulai

Jika laham tanam sudah dipersiapkan dengan baik maka langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan memulai proses menanam. Proses menanam ini juga mesti diperhatikan dengan baik-baik dan tidak boleh sampai keliru lho.

Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk menanam pohon porang ini. Namun dari beberapa pilihan tersebut maka sangat disarankan untuk lebih memilih teknik menanam dengan biji karena dianggap lebih sukses. Nyatanya waktu penanaman ini juga mesti diperhatikan dengan baik-baik.

Guna hasil yang lebih maksimal maka disarankan untuk memulai proses penanaman ini pada musim hujan. Lebih tepatnya pada bulan seperti Oktober hingga Desember. Soalnya pada musim tersebutlah, hujan yang terus turun akan sangat membantu proses pertumbuhan dari pohon porang ini.

3. Mulai Langkah Pemupukan

Seperti yang diketahui bahwa untuk membuat sebuah tanaman jenis apapun bisa tumbuh dengan sempurna maka dibutuhkan proses pemupukan. Hal yang sama juga berlaku untuk tanaman porang ini untuk bisa tumbuh dengan sempurna. Sebenarnya proses pemupukan ini terjadi dua kali yaitu sebelum bibit tanaman porang ditanam dan setelah bibit tanaman Porang ditanam.

Apabila sebelum proses tanam maka pupuk yang digunakan adalah jenis pupuk organik yang mudah ditemukan di berbagai tempat. Sedangkan jenis pupuk setelah proses tanam maka sebaiknya menggunakan jenis pupuk anorganik NPK/TSP. Tentu dengan catatan bahwa penggunaan pupuk mesti diperhatikan dengan baik-baik.

4. Bersihkan Gulma

Salah satu musuh utama dari tanaman porang adalah munculnya gulma di sekitar tanaman. Sudah bisa dipastikan bahwa kehadiran gulma ini akan menganggu proses pertumbuhan dari tanaman porang dan bahkan bisa mematikannya lho.

Ditambah lagi proses penanaman tanaman porang ini dilakukan pada musim hujan. Sudah jelas, proses pertumbuhan dari tanaman gulma ini akan menggila. Untuk itulah, penting sekali bagi kamu untuk rutin membersihkan gulma dari sekitar tanaman Porang ini.

5. Mulai Lakukan Pembubunan Guludan

Proses pembubunan guludan juga jangan sampai dilupakan oleh kamu. Bagi kamu yang belum tahu, proses pembubunan adalah proses peninggian batang pohon. Hal ini nantinya akan sangat berguna untuk memaksimalkan proses pertumbuhan dari tanaman porang ini.

6. Lakukan Proses Penjarangan

Mengingat proses penanaman sebelumnya yang menggunakan sebuah lubang untuk memasukan beberapa bibit sekaligus. Masalahnya, dalam beberapa kasus seringkali beberapa bibit yang sudah ditanamkan sekaligus bisa tumbuh semuanya.

Hal ini pastinya akan sangat menganggu proses pertumbuhan nantinya. Guna mengatasinya maka penting sekali melakukan proses penjarangan ini.

7. Tahap Panen

Sekarang, kamu sudah sampai di tahap yang paling ditunggu-tunggu. Apalagi kalau bukan tahap panen. Karena ini adalah tahap di mana kamu sudah bisa melihat hasil dari kerja kerasmu selama ini.

Proses panen ini sendiri bisa dilakukan ketika sudah berjarak 7 hingga 10 bulan dari masa tanam. Untuk bisa memanen, hasil dari tanaman porang ini juga tidaklah terlalu sulit. Nantinya kamu cukup menggali tanaman porang ini hingga mendapatkan hasilnya. Tak ubahnya seperti mengambil singkong dari tanamanan singkong. Mudah bukan?

Manfaat Tanaman Porang

Dengan menyelesaikan proses budidaya tanaman porang maka pastinya masih ada pertanyaan yang mengganjal.Pertanyaan tersebut adalah: kenapa banyak sekali orang yang tertarik dengan tanaman porang ini? Nyatanya hal tersebut tidak bisa dilepaskan karena tanaman porang ini menyimpan beragam sekali manfaatnya. Apa saja manfaatnya? Ini jawabannya.

1. Cocok untuk Diet

Manfaat pertama yang bisa didapatkan dari tanaman porang ini adalah sangat cocok untuk orang-orang yang sedang melakukan diet. Alasannya sederhana saja karena tanaman porang ini merupakan jenis tanaman yang sangat rendah kalori.

2. Memiliki Nutrisi Penting untuk Tubuh

Jika membicarakan asupan yang masuk ke dalam tubuh maka tidak boleh dilepaskan dari kandungan nutrisi di dalamnya. Untungnya, tanaman porang ini memiliki kandungan nutrisi yang baik dan juga penting untuk tubuh. Selain itu, nyatanya mengonsumsi porang ini juga akan memberikan efek rasa kenyang lebih lama di dalam perut lho.

3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kamu sering drop karena tubuh mudah sakit? Mungkin jawaban yang kamu butuhkan adalah dengan mengonsumsi tanaman porang ini. Alasan utamanya adalah karena porang ini ternyata mampu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh tidak lagi mudah tumbang dari berbagai penyakit.

4. Menjadi Bahan Baku Berbagai Makanan

Nyatanya ada alasan besar yang membuat porang ini sukses di ekspor di berbagai negara lho. Hal tersebut disebabkan karena tanaman porang ini sangat cocok dijadikan bahan baku dari berbagai makanan terkenal. Sebut saja seperti mie shirataki di Jepang hingga bahan baku roti terkenal di Filipina.

Kegunaan Porang

Ternyata tanaman porang ini tidak berhenti pada manfaat yang dimilikinya saja. Karena tidak ada salahnya juga untuk mulai membahas kegunaan yang dimiliki oleh tanaman porang ini. Jika poin di atas sudah membicarakan manfaat porang yang dirasakan oleh publik secara luas.

Kini membahas kegunaan porang yang jauh lebih spesifik lagi. Untuk kegunaan porang yang lebih spesifik maka sebenarnya tanaman porang ini berguna untuk bahan kandungan obat bagi kebutuhan medis.

Kandungan Kojac Glucomanac atau lebih dikenal dengan sebutan KGM ternyata sangat penting dalam dunia kesehatan. Soalnya KGM ini sangat berguna untuk dijadikan bahan pembuat kapsul obat. Kandungan lem alami pada tanaman porang tersebutlah yang kemudian bisa dijadikan bahan utama perekat dari kapsul obat.

Perbedaan Porang dan Suweg

Melimpahnya berbagai manfaat dan keuntungan dari tanaman porang pastinya membuat kamu sudah tidak sabar untuk melakukan budidaya dari jenis tanaman ini. Apalagi setelah kamu juga sudah tahu cara melakukan budidayanya.

Namun ada baiknya bagi kamu untuk bisa membedakan antara porang dan suweg. Soalnya kedua jenis tanaman tersebut terlihat serupa bagi mereka yang masih awam. Jadi jangan sampai kamu ternyata salah memilih tanaman.

Untuk bisa membedakan antara porang dan suweng bisa dilakukan asal kamu teliti dalam memperhatikan bentuknya. Contohnya untuk tanaman porang maka bentuknya daun yang lebar dan sedikit runcing sekaligus berwarna hijau muda.

Sedangkan untuk tanaman suweg maka bentuk daunnya kecil dan warnanya adalah hijau yang mengkilap. Lalu untuk pada bagian batang maka tanaman porang memiliki batang yang halus dengan warna hijau dengan corak.

Untuk tanaman suweg amak bagian batangnya kasar berduri dengan warna belang hijau. Perbedaan terakhir terletak pada yaitu tanaman porang maka hasil umbinya tidak bisa langsung dikonsumsi setelah direbus. Sedangkan untuk tanaman suweg maka hasil umbinya bisa langsung dikonsumsi setelah direbus.

Dengan semua penjelasan di atas pastinya membuat kamu lebih paham tetnang cara berbubidaya tanaman porang yang sedang menjadi perbincangan. Jadi tunggu apalagi? Sekarang, adalah waktu yang paling tepat untuk memulai usaha budidaya tanaman porang ini. Apabila kamu melakukannya dengan tepat dan juga tekun maka bukan tidak mungkin kesuksesan besar berhasil kamu dapatkan dengan gemilang.

Artikel lain : Mengenal Penyakit Vertigo yang Tidak Bisa Diremehkan