Mengenal Lebih Dalam Tentang Norma Hukum

GEEKY – Dalam hidup bermasyarakat, ada yang dinamakan norma hukum. Adanya norma membuat kehidupan masyarakat jadi lebih teratur. Indonesia adalah negara hukum, yang artinya Indonesia juga memiliki norma hukum yang mengikat dalam kehidupan bermasyarakat.

Norma hukum sendiri memiliki arti aturan sosial yang diberlakukan untuk semua kalangan masyarakat. Aturan ini dibuat dengan tegas oleh lembaga negara, sehingga sifatnya lebih memaksa. Kewajiban masyarakat untuk mematuhi aturan atau norma ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Fungsi Norma Hukum

Peran norma di dalam kehidupan sosial memang dianggap cukup penting. Adapun norma yang diatur dalam hukum ini, memiliki fungsi-fungsi tertentu. Dengan fungsi inilah, masyarakat bisa tersadar, untuk kemudian mematuhi setiap norma atau aturan yang ada. Berikut ini beberapa fungsi norma:

1. Memberikan Rasa Aman

Ketika suatu negara memberlakukan norma dalam hukum, maka secara tidak langsung negara tersebut telah memberikan jaminan kepada semua lapisan masyarakat. Jaminan tersebut berupa rasa aman di lingkungannya.

Adanya norma akan membuat banyak orang tidak berlaku sewenang-wenang karena ada hukum yang mengikatnya. Masyarakat lain pun akan merasa terlindungi dengan adanya aturan yang mengikat tersebut.

2. Pedoman Berperilaku Sosial

Selain memberikan rasa aman, norma yang punya arti aturan ini juga menjadi suatu pedoman masyarakat dalam berperilaku sosial. Pedoman ini diatur dan diikat secara legal oleh hukum. Semua pedoma ini bersifat baik. Sehingga akan kembali pada masyarakat secara baik pula.

3. Menciptakan Pengesahan Atas Tindakan

Maksud dari pengesahan ini adalah pengambilan keputusan atas tindakan yang menjadi masalah dalam masyarakat. Dengan adanya norma, maka suatu tindakan pelanggaran dapat diputuskan secara pidana maupun perdata.

4. Menciptakan Keadilan Sosial

Sebagaimana bunyi sila ke-5 pada pancasila, keadilan sosial haruslah dibangun dan diikat dengan hukum yang kuat. Pihak yang salah harus dihukum sesuai dengan aturan yang ada. Dengan adanya norma yang mengatur, maka tidak akan ada masyarakat yang merasa tertindas.

5. Tolak Ukur Sudut Pandang Masyarakat

Satu orang dengan orang lainnya tentu memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam menyikapi permasalahan. Dengan adanya norma ini, masyarakat akan punya satu tolak ukur yang bisa dijadikan penilaian terhadap suatu hal.

Saat seseorang berbuat sesuai dengan aturan hukum, maka orang tersebut bisa dibilang baik dalam masyarakat. Sebaliknya, jika orang tersebut selalu melanggar aturan maka masyarakat akan menilainya sebagai seseorang yang nakal atau jahat.

Contoh Norma Hukum

Sebagai aturan yang diikat dengan hukum, ada banyak sekali contoh norma hukum. Secara umum contoh pemberlakukan norma ini dibagi menjadi 3 lingkup besar, yakni lingkup keluarga, sekolah, dan masyarakat. Langsung saja, berikut ini beberapa contohnya dalam 3 lingkup:

Contoh Norma Dalam Keluarga

1. Semua anggota keluarga harus saling menjaga nama baik. Hal ini tidak hanya berlaku untuk anak dalam keluarga, orang tua juga harus melakukan aturan yang sama.

2. Taat terhadap aturan agama yang dianut oleh satu keluarga. Umumnya, satu keluarga memang memiliki satu jenis agama yang sama. Namun dalam beberapa kasus, ada anggota keluarga yang agamanya berbeda dari agama orang tua.

Maka dalam hal ini, setiap anggota keluarga harus bisa mengaplikasikan sikap toleransi beragama dan keluarga.

  • Harus ada unggah ungguh atau sopan santun dari anggota keluarga yang lebih muda terhadap yang lebih tua. Anggota keluarga yang lebih tua juga harus punya rasa sayang dan tanggungjawab terhadap yang lebih mudah. Seperti kakak kepada adiknya.
  • Patuh pada adat keluarga itu sendiri. Setiap keluarga tentu memiliki adat yang sudah dibina sejak keluarga itu dibentuk. Dengan selalu menjalankan adat ini, maka kamu sudah bisa dibilang taat terhadap norma dalam keluarga.

Contoh Norma Dalam Sekolah

1. Siswa wajib memakai seragam dan atribut dengan rapi dan sesuai dengan aturan hari seragam tersebut.

2. Setiap hari senin, semua siswa wajib ikut apel atau upacara bendera dengan atribut upacara yang lengkap.

3. Bagi siswa perempuan, dilarang memakai make up yang berlebihan seperti lipstick. Bagi siswa laki-laki juga dilarang menggunakan parfum yang terlalu menyengat.

4. Siswa/ siswi yang berhalangan masuk sekolah, harus mempunyai surat ijin yang ditulis tangan maupun diketik. Sesuai aturan sekolah tersebut.

Contoh Norma Dalam Masyarakat

1. Setiap keluarga harus melaporkan anggota keluarganya kepada pihak RT/ RW. Termasuk jika ada anggota keluarga baru yang tinggal bersama dalam beberapa waktu yang lama.

2. Ibu dan anak balita harus ikut acara posyandu yang diadakan setiap hari minggu, secara rutin.

3. Pada hari jumat pagi, semua warga harus ikut andil dalam kegiatan rutin kerja bakti untuk menjaga kebersihan lingkungan desa tersebut.

4. Anggota laki-laki dewasa dalam keluarga harus turut serta dalam kegiatan siskamling yang dilakukan secara bergantian.

5. Semua kepala keluarga harus membayar iuran rutin desa, untuk kelangsungan kebutuhan desa jika diperlukan.

Pelanggaran Norma Hukum

Norma memiliki arti sebagai sebuah aturan. Pelanggaran norma berarti pelanggaran terhadap suatu aturan yang telah ditetapkan. Baik itu dalam lingkup keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Karena aturan yang dibahas adalah terkait aturan hukum, maka pelanggaran norma ini akan menciptakan konsekuensi berupa hukuman sesuai yang sudah ditetapkan bersama. Beberapa contoh pelanggaran norma hukum ini bisa kamu simak berikut di bawah ini:

Pelanggaran Lingkup Jalanan

  • Pengendara motor tidak menggunakan helm.
  • Tidak adanya surat-surat kendaraan yang lengkap saat berkendara, seperti SIM, STNK, KTP, dan lain-lain.
  • Tetap menjalankan kendaraan saat ada lampu merah. Ini berlaku baik untuk pengendara sepeda, motor, mobil, dan kendaraan darat lainnya.

Pelanggaran Terhadap Aturan Lembaga Negara

  • Menolak untuk membayar pajak bumi bangunan yang ditujukan pada pemerintahan.
  • Melakukan korupsi. Baik itu korupsi dengan nominal kecil, sedang, maupun besar.
  • Melakukan penipuan terhadap lembaga. Biasanya orang seperti ini memiliki kedok yang susah dikenali demi meperoleh kemudahan dalam menjalankan misi.

Pelanggaran Dalam Bermasyarakat

  • Mencuri apa yang bukan menjadi hak milik. Baik itu mencuri uang maupun mencuri benda-benda lainnya. Bentuk pelanggaran ini termasuk di dalamnya, merampok dan merompak.
  • Membunuh sesama manusia. Pembunuhan terhadap hewan berharga yang tidak disengaja juga bisa termasuk dalam golongan pelanggaran norma. Namun pelanggaran ini tidak begitu kuat diikat dalam hukum.
  • Melakukan perjudian.
  • Menjual dan memakai obat-obatan terlarang. Hal ini juga masuk pada pelanggaran norma diri sendiri.

Sanksi Norma Hukum

Pelanggaran norma yang berbeda-beda, akan menyebabkan bentuk sanksi yang diberlakukan pun berbeda-beda. Semua sanksi yang diberlakukan akan disesuaikan dengan aturan yang telah ditetapkan. Hal ini juga menimbang berat atau tidaknya pelanggaran tersebut.

Bagi kamu yang penasaran dengan sanksi yang akan diberikan pada para pelanggar hukum tersebut, maka berikut ini ada beberapa contoh sanksi sosial secara umum yang didapat para pelanggar norma:

  1. Mendapatkan olokan, ejekan, dan cemoohan dari berbagai pihak masyarakat.
  2. Dibenci atau tidak disenangi masyarakat. Biasanya masyarakat menunjukkan ketidak sukaannya dengan membicarakannya di belakang dan tidak menolong ketika orang tersebut kesusahan.
  3. Dikucilkan dan diasingkan. Sanksi ini tidak hanya berlaku di lingkup masyarakat, namun juga berlaku di lingkungan sekolah dan keluarga.
  4. Mendapatkan hukuman dari lembaga pemerintahan, alias hukuman pidana. Sanksi ini bisa berupa penjara dalam beberapa kurun waktu, hukum denda, dan hukuman mati/ eksekusi.
  5. Mendapatkan hukuman sesuai aturan agama. Untuk sanksi ini, hanya berlaku bagi pelanggar hukum agama. Misalnya, pelanggar norma hubungan seksual di luar pernikahan.

Secara hukum agama, pezina akan dihukum rajam. Namun jika berpacu pada hukum negara, rajam tidak diberlakukan.

Ciri-ciri Norma Hukum

Aturan adalah definisi dari norma. Namun tidak semua aturan dinamakan norma. Karenanya, norma hukum punya ciri-ciri yang membedakannya dengan aturan lain. Diantara ciri-cirinya adalah:

  • Dibuat Oleh Lembaga Pemerintahan

Karena diikat oleh yang namanya hukum, maka tentu norma atau aturan ini tidak bisa dibuat oleh orang yang sembarangan. Pembuat norma atau aturan hukum negara ini dipegang oleh lembaga pemerintahan yang memang punya wewenang dalam pembuatan aturan. Lantas norma disahkan.

  • Proses Pembuatannya Ada Tata Caranya

Tidak pihak yang membuatnya, norma atau aturan hukum ini juga punya tata caranya sendiri dalam menyusun aturan hukum, tidak bisa dilakukan dengan cara yang sembrono. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan hukum yang adil bagi semua lapisan masyarakat.

  • Berdasar Aturan Hierarki

Maksud dari ciri yang satu ini adalah setiap aturan hukum punya lapisan atau jenjangnya masing-masing. Norma atau aturan yang kastanya lebih rendah, harus berdasarkan aturan yang lebih tinggi juga.

  • Punya Aturan Inti Terkait Pergaulan Sosial

Seperti yang sudah kamu pahami, norma yang diikat pada hukum, sebenarnya punya tujuan untuk mengatur tindak laku masyarakat sosial. Karenanya, suatu norma sosial, sudah tentu punya inti aturan yang mengatur pola pergaulan masyarakatnya.

  • Bersifat Memaksa

Demi kemaslahatan bersama, semua lapisan masyarakat harus mematuhi setiap hukum atau aturan yang ada. Artinya, setiap norma yang diatur sifatnya memaksa. Jika ada pelanggaran maka akan ada sanksi yang harus ditanggung. Kebaikan memang awalnya harus dipaksakan.

  • Disertai Sanksi

Seperti yang sekilas dijelaskan sebelumnya, setiap norma yang berlaku akan disertai dengan hukuman atau sanksi atas pelanggaran norma tersebut. Jika tidak ada sanksi yang mengikat, maka aturan tersebut tidak bisa disebut sebagai norma hukum.

Perbedaan Norma Hukum Dengan Norma Lainnya

Ada beragam norma dalam hidup ini. Masing-masing jenis norma tersebut tentunya punya ciri khasnya sendiri yang membedakan satu sama lainnya. Hal ini tidak terkecuali dengan norma hukum. Norma yang diikat oleh hukum punya beberapa perbedaan dengan norma lain. Diantara perbedaannya adalah:

  1. Punya aturan tertulis pasti yang sudah disahkan secara hukum. Hal ini berbeda dengan norma sosial yang kebanyakan hanya disampaikan secara lisan dan tidak melalui proses pengesahan.
  2. Norma yang diikat secara hukum, berlaku untuk semua masyarakat yang tinggal di negara tersebut. Sedangkan norma lain punya penegaknya sendiri yang tidak harus melibatkan semua orang.  
  3. Norma atau aturan hukum, secara keseluruhan dibuat/ diciptakan oleh suatu pihak yang punya wewenang penuh. Sedangkan norma lain biasanya berlaku berdasarkan kesepakatan bersama dari orang-orang yang terlibat di dalamnya.
  4. Norma jenis hukum biasanya memiliki sanksi pelanggaran yang berat dan bersifat menyebabkan jera. Sedangkan norma lain bisa saja menghadirkan sanksi yang lebih ringan. Tidak heran jika norma sosial biasanya lebih sering dilanggar.

Penerapan Norma Hukum

Semua lapisan masyarakat sudah seharusnya mentaati dan menerapkan norma yang diikat oleh hukum ini dengan baik. Beberapa contoh penerapan aturan hukum ini adalah seperti:

  • Belajar menghasilkan sesuatu dari usaha sendiri dan tidak mencuri.
  • Tidak konsumsi dan tidak mengedarkan obat-obatan terlarang.
  • Berkendara sesuai aturan yang ada.

Norma hukum memang punya sifat yang sangat mengikat dan memaksa. Namun dengan adanya norma tersebut, semua orang akan merasa lebih aman dan sejahtera hidup di lingkungannya. Kejahatan pun bisa dikendalikan dengan baik.

Artikel selanjutnya : Semua Hal Tentang Bunga Saffron

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *